Knowledge

Art6 Ketika Infrastruktur, Informasi & Climate


Business Transformation Management
New Paradigm of Management

Ketika Informasi, Infrastruktur & Climate for Action  menjadi Pondasi

                Disini ada tiga pondasi mendasar yang harus dipersiapkan oleh semua perusahaan dalam menghadapi persaingan turbulen. Ketiga pondasi ini akan menjadi dasar bagi bisnis atau perusahaan untuk dapat menajalankan Proses Bisnis mereka dengan baik. Dalam menentukan masing-masing pondasi ini yaitu informasi, infrastuktur dan climate for action maka harus bersumber pada Strategi Bisnis yang sudah dipetakan terlebih dahulu. Mengapa persiapan dari ketiga pondasi ini harus didorong oleh Strategi Bisnis ? Karena perusahaan berkeinginan agar Sasaran atau Tujuan mereka tercapai melalui eksekusi strategi bisnis mereka dan untuk melakukan eksekusi mereka membutuhakan sumber daya yang tepat guna baik secara tangible or intangible. Dengan demikian maka  setiap investasi di sistem informasi , infrastruktur ( tanah, bangunan, mesin, transportasi, telekomunikasi dll ) harus disiapkan dalam rangka mendukung proses bisnisnya berjalankan dengan efektif. Proses Bisnis yang berjalan secara efektif akan membawa muatan strategi bisnis yang harus eksekusi dalam mencapai sasaran bisnis mereka ( baik financial maupun non financial )
                Mengapa Informasi menjadi penting ? Dalam era informasi yang sudah tidak asing lagi maka informasi merupakan bagian dalam kehidupan sehari-hari termasuk bisnis. Khususnya dalam bisnis tentu masing-masing membutuhkan informasi yang tepat untuk dapat menganalisa, mengambil keputusan, memberikan arahan dan mengendalikan kegiatan bisnisnya. Oleh karena itu, masing-masing bisnis atau perusahaan harus secara jeli menentukan informasi apa yang mereka  butuhkan dan tentunya strategis bagi bisnis mereka. Apakah anda pernah melihat atau mengalami perusahaan yang melakukan sedemikian banyak pendataan tetapi tidak pernah dipakai, dibahas atau bahkan untuk pengambilan keputusan strategis atau operasional ? Apakah bisnisnya mau menghasilkan produk atau jasa tertentu atau menghasilkan data-data yang sering tidak jelas manfaatnya tetapi menghabiskan headcount karyawan.
Informasi yang dibutuhkan harus dipetakan berdasarkan kebutuhan proses bisnisnya seperti informasi perilaku konsumen disegmen tertentu akan menunjang proses bisnis yang berkaitan dengan product development,  product launching atau marketing campaign. Kita membutuhkan informasi failure cost secara akurat tiap periode tertentu dalam operasional kita untuk dapat menjalankan proses bisnis yang berkaitan dengan Cost Control. Dengan demikian maka  bila perusahaan menerapkan Enterprise System tertentu akan punya ketajaman dari informasi yang mereka butuhkan dan ini berkaitan dengan modul yang mereka butuhkan untuk menunjang strategi bisnis. Hal ini mendukung efektivitas investasi Enterprise System yang akan dilakukan.
                   Mengapa Infrastruktur penting ? Sudah barang tentu kita membutuhkan infrastruktur untuk menunjang operasional bisnis kita. Infrastruktur yang lebih berwujud akan dapat disiasati melalui investasi sendiri atau di outsource kepada pihak lain dengan beberapa pertimbangan baik secara financial, tingkat kerepotan, fokus organisasi, skala organisasi yang diinginkan. Seperti pernah dibahas dalam artikel Bisnis Transformasi sebelumnya bahwa dalam era persaingan sekarang dan mendatang justru Intangible Assets menjadi faktor penentu yang penting selain Tangible Assets. Banyak perusahaan mulai berpikir bahwa mereka meminimalkan investasi yang berwujudnya karena pertimbangan outsource tadi, sehingga alokasi dana mereka akan lebih kecil dan tingkat kerepotan dalam masalah ketenagakerjaan berkurang. Bahkan ada juga perusahaan yang seluruh asset di neraca mereka adalah current assets karena mereka menyewa kepada pihak lain untuk fixed assets mereka. Dengan demikian maka neraca mereka hanya berisi yang liquid assets berupa kas, utang, piutang atau deposit. Terlepas dari caranya mempersiapkan Infrastruktur baik diinvestasi sendiri semua, atau sebagaian atau tidak ada investasi fixed assets, yang lebih penting adalah menentukan jenis infrastrukturnya sendiri yang mendukung dalam eksekusi strategi bisnis. Infrastruktur ini harus benar-benar sesuai dengan pilihan lomba kita karena untuk perusahaan yang lebih Operation Excellence dimana kemampuan Cost Leadership menjadi kunci sukses mereka tentunya dipengaruhi dengan investasi infrastrukturnya. Kesalahan dalam investasi infrastruktur sehingga menyebabkan mereka sulit mencapai Optimum Cost Leadership. Oleh karena bisa dikatakan bahwa perusahaan yang baru perlu menentukan Disiplin Nilainya sejak awal sehingga investasi infrastrukturnya benar-benar tepat dan jangan menjadikan beban sehingga strategi bisnis mereka sulit mencapai efektivitas tinggi.
                Mengapa Climate for Action  penting ? Climate for Action adalah hal-hal yang harus dipersiapkan oleh manajemen perusahaan dimana akan membangun motivasi karyawan untuk menjalankan bisnis proses mereka secara maksimal. Tentunya setiap perusahaan mempunyai kekhasan karakter bisnis mereka dan juga tidak boleh dilupakan Disiplin Nilai pilihannya akan membawa dampak kepada rincian dari Climate for Action yang tepat. Bisnis yang lebih mempunyai diferensiasi di Operation Excellence akan lebih menonjolkan kemampuan mencapai produktivitas dan efisiensi tinggi sehingga Climate for Action salah satunya adalah menciptakan suasana yang berorientasi pada penghematan diberbagai fungsi dan aktivitas kerja. Dengan demikian gaya kepemimpinan yang dibentuk adalah lebih Cost Consiuousness. Potensial masalah yang akan terjadi apabila gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh manajemen puncak dan madya tidak sesuai dengan Operation Excellence maka akan mempersulit dalam membangun diferensiasi yang maksimum.

Sistem remunerasi juga menjadi faktor penting dalam memotivasi karyawan untuk memaksimalkan pilihan Disiplin Nilai Bisnisnya. Reward sistem di bisnis dengan pilihan Disiplin Nilai Product Leadership akan sangat menghargai berbagai inovasi produk baru yang akan memberikan kontribusi terhadap jumlah produk baru yang akan dilempar kepasar. Hal ini berbeda dengan Disiplin Nilai Customer Intimacy yang memberikan pinalti kalau sampai kehilangan customer yang seharusnya mereka bina untuk jangka panjang. Penting kita sadari bahwa kompetensi karyawan dan informasi serta infrastruktur yang dimiliki belum cukup untuk mencapai kinerja yang baik kalau motivasi karyawan tidak dapat dipompa secara otomatis dan berkesinambungan melalui sistem remunerasi yang diterapkan.
                Untuk melakukan Bisnis Transformasi Manajemen secara benar dan kokoh maka sudah semestinya manajemen perusahaan fokus pada pondasi-pondasi ini yang sering kurang menjadi perhatian. Keselarasan dari pilihan dari detail pondasi-pondasi ini dengan Disiplin Nilai pilihannya akan menjadi faktor penentu dalam menjalankan Strategi Bisnis yang sudah dipetakan.
Coba anda renungkan dalam bisnis anda, apakah ketiga pondasi di atas sudah selaras dengan Pilihan Disiplin Nilai bisnis anda ? Bila belum maka anda punya banyak pekerjaan untuk membenahi landasan bisnis yang tepat.
Artikel Lanjutan dalam mengulas tentang Business Transformation Management adalah :
“Ketika HABIT harus dibentuk melalui Sistem”

Fery Hartono
Direktur Business Excellence Consulting
www.business-excellence.co.id

Free Counters
copyright © 2012 Business Excellence Service
Powered by CKM