Knowledge

Art-9 Ketika BTM memacu pertumbuhan terarah diduku


Business Transformation Management
New Paradigm of Management

“Ketika Business Transformation Management ( BTM ) memacu Pertumbuhan Terarah didukung Budaya yang tepat”

            Setiap perusahaan mengalami fase-fase yang mirip yaitu berangkat dari starting, forming, growing, establishing(maturity) and declining. Tentunya setiap pemilik dan manajemen perusahaan berupaya tidak memasuki fase declining yang akan membahayakan kelangsungan bisnis mereka. Setiap bisnis akan mengalami fase seperti diatas dengan lama ditiap fase berbeda. Sukses dan gagal memungkinkan terjadi disetiap fase yang ada tadi dan tentunya membutuhkan penanganan yang berbeda untuk dapat lolos dari kondisi kritis ditiap fase. Setiap perusahaan ingin mereka segera masuk dalam fase pertumbuhan sehingga skala bisnis mereka berlipat ganda. Demikian pula CEO atau Professional Manajemen selalu berupaya memacu pertumbuhan mereka karena salah satu yang menjadi pengukuran kinerja mereka dimata pemegang saham adalah pertumbuhan. Pertanyaan mendasarnya adalah, apakah semua bisnis pasti bisa dipacu pertumbuhan setiap waktu ? Bagaimana dengan pangsa pasarnya ? Apakah kue-nya masih tumbuh dengan baik atau sudah jenuh ? Kalau pasarnya sudah jenuh, apakah produk kita masih bisa tumbuh ? Kalau dengan pasar yang sama, langkah para manajemen adalah dengan melakukan diversifikasi produk mereka makin beragam. Lalu bagaimana dengan Konsep Fokus yang diyakini ? Dengan diverisifikasi produk yang makin melebar dan tidak berkaitan apa tidak mengacaukan fokus kita ? Apakah dengan pertumbuhan yang dipacu terus akan menjamin profitabilitas kita makin baik atau malah makin terkuras dan menipis ? Ini tantangan yang harus dipecahkan para manajemen. Dengan berbagai diversifikasi produk yang bertujuan untuk terus memacu pertumbuhan bisnis maka kita akan dihadapi dengan karakter produk yang berbeda, pesaing berbeda, cara bisnis berbeda, lingkup produk bisa berbeda, bisnis proses yang belum tentu sama bahkan sampai kompetensi dan kepemimpinan yang dibutuhkan seringkali berbeda.
            BTM mencoba membantu setiap bisnis dengan fase berbeda untuk dapat melewatinya dengan sistematis dan terarah dimana tentunya tetap memperbaiki daya saing yang dimiliki untuk mengatasi persaingan. Berangkat dari melihat kondisi tiap unit bisnis perusahaan yang memiliki keunikan masing-masing maka kita perlu melakukan analisis dan pemetaan strategi bisnis secara lebih mendalam. Potensi pasar yang masih dapat dieksplorasi tentunya harus tetap menjadi salah satu langkah strategis yang akan dilakukan. Bagaimana membangun positioning dari masing-masing unit bisnis juga menjadi sesuai yang harus dimatangkan, ditajamkan dan harus dicapai. Antara industri yang satu dengan yang lain dilihat dari Value Chain-nya mempunyai kekhasanan yang harus dipahami karena disektor retail, distribusi, manufaktur produk jadi, manufaktur material atau semi finished produk dan kemasan juga berbeda, disektor jasa juga yang sangat beragam. Bagaima peta pertumbuhan yang bisa jadi pilihan harus dianalisa dan ditantang dengan berbagai pertimbangan untuk mematangkan. Key Business Success dari tiap unit bisnis harus ditangkap misalkan bisnis merupakan sales dan distribution ( trading ) perlu dipertanyakan mengapa mereka ada dalam ekonomi ini ? Apa kontribusi mereka ? Seringkali kuncinya adalah karena pelanggan mengkonsumsi barang dengan jumlah terbatas sehingga tidak ekonomis untuk meng-impor sendiri, jadi kunci suksesnya adalah kalau masih ada pelanggan yang butuh barang jumlah terbatas ( bukan besar secara volume ). Makin besar kebutuhan satu pelanggan terhadap satu barang tertentu maka makin potensi untuk tidak jadi pelanggan karena mereka akan melakukan impor sendiri karena skala ekonomisnya tercapai dan akan lebih efisien. Jadi perusahaan dengan jenis ini harus mempunyai banyak pelanggan dengan kebutuhan jumlah per barang terbatas. Disisi lain pesaing sering mengikuti dengan harga yang makin rendah karena mampu mendapatkan supplier bersaing dinegara berkembang dengan merek tertentu. Pertumbuhan dari segment pasarnya apakah masih bagus ? Kalau ternyata pertumbuhan segmen pelanggan landai tidak ada penambahan pelaku bisnis disegmen itu maka kita perlu melihat apakah produk life-cycle-nya mampu dipercepat atau tidak. Bila ternyata tidak dapat memacu produk-life cycle dengan produk-produk inovatif maka tentu kita perlu melihat segmen industri lain yang masih potensial. Lalu bagaimana kita harus akan membangun pertumbuhan ? Memang tiap industri mempunyai keunikan yang harus secara customized dianalisa dan butuh keyakinan bersama dalam tim manajemen unit bisnis tersebut. Pilihan langkah strategis dipetakan menggunakan balanced scorecard strategy map agar mudah dipahami kepada semua pelaku dalam eksekusi strategi tadi serta mana yang menjadi prioritas akan lebih mudah dipantau eksekusinya. Demikian pula dengan pengukuran dan target-target dari langkah strategis yang yang mendukung pertumbuhan juga harus dipetakan secara jelas tanpa melupakan positioning dari unit bisnis tersebut dimata pasar yang dituju. Disini kita perlu mempertahankan dimana kita mempunyai cash cow untuk membiayai memasuki segmen pasar baru yang membutuhkan usaha khusus disertai dengan investasi. Pertajam segmen pasar yang akan dimasuki dan fokuskan organisasi anda untuk membangun daya saing dalam segmen yang dituju. Pertimbangan seluruh resiko dan konsekwensinya serta kekuatan kekuatan dari pemain lama di segmen tersebut yang akan juga melakukan manuver strategis. Tentunya ada harus mampun pengunci pelanggan dengan sesuatu yang prioritas buat pelanggan dalam segmen tersebut apakah itu merk, terjaminnya supply, mutu lebih baik dari pesaing, distribusi, layanan pelanggan atau purna jual lebih dll.
            Sudah semestinya kita mempertajam ditiap unit bisnis karena mereka bisa mempunyai Disiplin Nilai berbeda dengan keunikan karakter bisnis serta prioritas pelanggan. Seringkali dengan keunikan ini maka harus diatasi dengan organisasi yang berbeda, kompetensi dan perilaku organisasi berbeda. Dengan prinsip yang masih sama adalah bagaiman akan mengunci untuk mendapatkan loyalitas pelanggan disegmen yang menjadi target unit bisnis anda ? Tentunya anda harus mampu mengungguli daya saing yang dimiliki oleh pesaing-pesaing utama. Disini kita seringkali mendapatkan kendala bahwa proses kerja, organisasi dan budaya yang sudah terbentuk dan berjalan tidak sesuai dengan langkah strategis untuk mengunci pelanggan agar mampu menciptakan loyalitas. Kepemimpinan anda dibutuhkan untuk melakukan penyelarasan dari yang sudah lama berjalan terhadap sesuai yang dibutuhkan (baru) untuk mengatasi pesaing anda ? Mampukah ada membangun diferensiasi yang sering harus diikuti dengan change management yang belum tentu dapat diteriman oleh sebagian organisasi anda ?
            Perubahan yang seringkali strategis mulai dari produktivitas internal organisasi sampai kepada struktur organisasi yang menentukan tempat duduk banyak orang serta lingkup pekerjaan dan kemampuan yang harus berbeda dari sebelumnya menjadi problem tersendiri di masing-masing perusahaan sebelum daya saingnya muncul mengalahkan pesaing dan memukau pelanggan. Disini BTM memberdayakan tim inti dari masing-masing unit bisnis untuk mengantisipasi semua resiko dan konsekwensi yang timbul dengan adanya Change Management    yang sedang akan terjadi. Banyak perusahaan yang tidak siap dan bisa menimbulkan resistansi karena pada umumnya mereka “pikirannya tertidur dengan kestabilan dalam periode panjang” yang membuat mereka terlena dan tidak waspada untuk mengubah pola kerja, prioritas dan mencapai target-target baru termasuk karena kemampuan dan produktivitasnya. Maka sebaiknya sebagai pimpinan perusahaan kita tidak membiarkan orang tertidur dengan rutinitas tanpa ada upaya meningkatkan kemampuan, kesadaran berkompetisi dan selalu membangkitkan daya juang karena kita tahu bahwa yang konsisten terjadi adalah perubahan disekeliling kita. Mampukah kita mengimbangi perubahan tersebut ?  Jawabannya pada ada sebagi pemimpin baik di level menengah sampai atas bahkan pemilik perusahaan. Dan jangan sampai terlambat karena speed & timing sering menentukan kesuksesan dan kegagalan kita. Jadi budaya yang harus diciptakan mesti selaras mendukung rencana strategis dalam rangka memacu pertumbuhan unit bisnis atau perusahaan. Jangan melupakan budaya yang perlu dibangun selaras dengan strategi pertumbuhan anda.
            Bagaimana BTM membantu setelah langkah strategis tiap unit bisnis ini susun ? BTM akan menfokuskan pada Business Process yang menjadi kendaraan untuk eksekusi strategi secara efektif. Proses Bisnis yang mana yang harus bagus kita lakukan untuk membentuk Value Discipline  ( ingat ada tiga Disiplin Nilai yaitu Product Leadership, Operation Excellance dan Customer Intimacy  yang harus ditentukan dengan benar & konsisten ) harus dieksekusi dengan seksama ditunjang dengan kemampuan dan motivasi orang serta struktur organisasi yang tepat.

            Setelah tiap unit bisnis menentukan segmen yang dituju serta positioning yang harus dimiliki untuk mempertahankan atau meningkatkan daya saing unit bisnis kita maka BTM akan berlanjut dengan memetakan Proses Bisnis anda yang seringkali sudah terbentuk sekian lama dengan pola, kecepatan dan budaya tertentu. Pertanyaan berikutnya adalah apakah proses bisnis kita mampu mencapai target-target strategis yang ada ? Kalau ternyata tidak maka kita harus lakukan perbaikan proses bisnis kita dengan konsekwensi akan membangun kebiasaan atau habit baru. Manajemen harus mendukung ini terjadi sehingga langkah strategis dan target-targetnya mampu dieksekusi dengan efektif dan bukan hanya diatas kertas saja. Proses bisnis dipetakan ulang dengan pola pikir terbuka bahwa ini dalam rangka membangun daya saing. Anda bayangkan bagaimana fast food restaurant mampu mencapai produktivitasnya kalau proses bisnisnya dengan birokrasi yang terlalu panjang ? Sedangkan Fast Response & Service ( Speed ) menjadi kunci mereka membangun positioning di pasar. Padahal birokrasi yang menciptakan juga kita sendiri sebagai pelaku bisnis di berbagai fungsi dan level.
            Setelah bisnis proses terbentuk maka kemampuan orang dan budaya organisasi atau unit bisnis harus dibentuk dengan tujuan membangun paradigma dan kebiasaan baru yang dianggap strategis untuk mendukung bisnis prosesnya. Ini kita akan menghadapi kemungkinan penolakan atau tidak bergantung paradigma dari orang-orang yang sekarang ada. Kuncinya adalah dikemauan mereka ada atau tidak, kemampuan lebih mudah dibentuk tetapi kemauan sering jadi problem terbesar. Lalu apa keputusan yang akan anda ambil sebagai pemimpin terhadap orang-orang yang tidak mau berubah tadi ? Disini kepemimpinan anda diuji.
Kebutuhan waktu untuk perubahan paradigma dan kebiasaan ini berbeda tiap organisasi dan sangat bergantung dengan banyak faktor termasuk keberanian pemimpin puncaknya untuk mengambil keputusan yang seringkali tidak memuaskan banyak pihak.
            Memang dalam BTM strategi menjadi posisi kunci untuk menentukan Proses Bisnis, Kompetensi, Budaya, Organisasi ataupun Infrastruktur yang efektif disediakan dan dijalankan untuk mencapai target unit bisnis. Tingkat pertumbuhan yang akan dicapai bergantung pada potensi pasar strategis yang akan dimasuki  terpusat atau terpecah kebeberapa segmen serta kemampuan menggerakkan organisasi unit bisnis atau perusahaan dimana seringkali harus didahului oleh perubahan paradigma dan kebiasaan orang serta proses bisnis yang berbeda karena kita akan memacu pertumbuhan yang terarah dan didukung dengan budaya organisasi yang tepat. Disini kita menghadapi manusia dengan segala macam kepentingannya. Memang ini bukan pekerjaan yang mudah tetapi seringkali menjadi keharusan kita untuk mempertahankan eksistensi bisnis kita ditengah persaingan yang makin tajam dan seringkali kejam.
            Sebagai pimpinan perusahaan silahkan ada memikirkan bagaimana anda mau membangun kesinambungan bisnis kita ? Sukses buat anda semua.

Fery Hartono
Direktur Business Excellence Consulting
Tel. 021-56951200 (Hunting)
www.business-excellence.co.id

Free Counters
copyright © 2012 Business Excellence Service
Powered by CKM