Knowledge

Art-8 Ketika BTM dipakai untuk Regenerasi Bisnis K


Business Transformation Management
New Paradigm of Management

“Ketika Business Transformation Management (BTM) menjembatani Regenerasi Bisnis Keluarga”

                Di negara kita mayoritas perusahaan adalah dari kalangan perusahaan swasta dan mereka umumnya bermula dari perusahaan keluarga yang tumbuh dan berkembang. Perusahaan makin mempunyai skala bisnis dan organisasi yang makin membesar membutuhkan kemampuan pengelolaan yang berbeda. Disini mulai timbul berbagai permasalahan karena kemampuan yang dimiliki pendiri untuk mengelola skala bisnis berbeda-beda.
                Pendiri yang memulai bisnis dari awal pasti punya rasa memiliki yang besar dan kemauan yang kuat dalam menekuni bisnisnya. Mereka masih ingin terlibat sampai sepanjang usia sejauh masih mampu secara fisik. Sangatlah masuk akal kalau mereka amat kuat dalam motivasi menjalankan bisnisnya, akan tetapi satu hal yang tidak dapat dilawan adalah usia. Pernah seorang pengusaha yang sudah berusia 60 tahun lebih dengan lebih dari sepuluh perusahaan mengatakan bahwa dia mempunyai kekawatiran yang tidak dapat disampaikan didepan karyawan. Kekawatirannya adalah kalau seandainya dia meninggal dunia lalu apa anaknya yang baru lulus sarjana mampu menjalankan semua perusahaan yang ada. Lalu bagaimana mereka harus mempersiapkan generasi mudanya. Di kasus lain banyak pendiri usaha yang mampu menseleksi siapa yang cocok jadi putra mahkota dari bisnis tetapi kesulitan melakukan regenerasi. Mengapa hal itu bisa terjadi ? Salah satu faktor utama adalah sulitnya memberikan kepercayaan kepada orang lain termasuk anaknya sendiri. Sulit percaya kepada orang ini ada segi positif dan negatifnya, khususnya dalam hal regenerasi akan menjadi kendala. Dampak negatif bagi generasi berikutnya adalah apatis atau frustasi karena tidak dipercaya, tidak diberi kesempatan untuk makin matang dengan resiko yang sudah diantisipasi. Lalu bagaimana salah satu solusinya ?
                BTM merupakan manajemen sistem terintegrasi yang membantu dalam menselaraskan dua generasi atau lebih yang berbeda pola pikir, pengalaman, spirit, kemampuan, pendidikan dan wawasan. Problem lain dari regenerasi bisnis keluarga adalah paradigma yang berbeda sehingga rentan terhadap konflik antar generasi. Bagaimana meminimalkan konflik dari generasi yang berbeda ini ? Perlu dibangun manajemen sistem yang mampu mengakomodasi pemikiran dari beberapa generasi tersebut menjadi suatu kesepakatan bersama.
BTM mempersiapkan manajemen perusahaan yang dimulai dari yang akan datang ( visi kedepan ) mau menjadi seperti apa perusahaan tersebut. Tentu semuanya harus dilandasi semangat kebersamaan, keutuhan dan positif. Mimpi dari generasi sebelum dan sesudahnya harus dapat dipadukan menjadi kesepakatan bersama. Harus disadari bahwa pada awal pembentukannya akan terjadi konflik yang harus ditengahi secara seimbang oleh pihak netral yang tidak punya konflik dan kepentingan pribadi. Tentunya lebih baik bukan dari pihak keluarga karena potensial terjadi konflik karena dianggap tidak seimbang dalam menengahi. Setelah mempunyai kesepakatan dalam menentukan identitas dan masa depan perusahaan maka ditindaklanjuti dengan bagaimana upaya strategis yang harus diambil dalam rangka mau mencapai sasaran dan visi perusahaan. Tentu disini juga rentan terjadi konflik saat merumuskannya karena sering kali generasi lama terpatok dengan pengalaman sukses masa silam dengan strategi tertentu. Tetapi perlu diingat bahwa strategi yang sukses masa silam belum tentu masih sukses untuk waktu sekarang dan mendatang. Resiko yang harus diperhitungan merupakan kombinasi dari pengalaman masa silam generasi pendahulu dengan keberanian dan terobosan dari generasi muda yang melihat lingkungan sekarang dengan kondisi ekonomi, persaingan, teknologi dan informasi terkini. Kesepakatan dalam hal strategi bisnis dan peta yang akan dilalui harus terjadi diantara dua atau lebih generasi tersebut. Langkah strategis ini penting disepakati bersama untuk menghindari dari saling menyalahkan bila ternyata hasilnya tidak memuaskan seperti yang direncanakan.
Pendekatan dalam BTM berusaha mengurangi resiko seperti terlalu cepat melepaskan semua kepada generasi baru atau terlalu memaksakan kehendak dari generasi pendahulu sehingga generasi baru tidak mempunyai kontribusi. Periode transisi memang mengandung resiko besar maka kita mencoba mencari jalan yang lebih aman, memang akan membutuhkan banyak waktu untuk menyatukan pendapat menjadi satu blue print  yang dipakai untuk menuntun, mengontrol dan mengevaluasi kinerja bisnisnya secara terarah dan terjadwal.

                BTM mencoba menjadi jembatan dari dua atau lebih generasi yang menuangkan buah pikiran, rencana, pengalaman, gagasan, strategi, kreasi dan inovasinya yang disepakati bersama. Seluruh investasi dan biaya yang akan dikeluarkan sudah dihitung dan dianalisis mendalam sehingga merupakan komitmen bersama. Pola pendekatan ini sekaligus mempersiapkan rencana bisnis dan pengembangan baik aset berwujud maupun yang tidak berwujud seperti kompetensi, perilaku, sistem informasi dan organisasi pembelajar. Seperti kita telah bahas bahwa paradigma lama sering dijumpai dimana mereka kurang menghargai bahwa di jaman knowledge economy sangat dibutuhkan membangun aset tak berwujud secara tepat guna. Sistem Manajemen Terintegrasi dari Visi, Tujuan, Strategi, Proses Bisnis, Perilaku dan HR Sistem harus menjadi alat dalam menjalankan, memantau, mengevaluasi kinerja bisnis dengan melibatkan pihak pemilik & profesional ditingkat manajerial.
                BTM sekaligus menselaraskan proses bisnis perusahaan sesuai dengan pilihan strategi bisnisnya sehingga meningkatkan efektivitas dari eksekusi strategi bisnisnya. Dalam hal ini diperlukan keberanian untuk meninjau ulang proses bisnis yang telah berjalan selama ini apakah cukup efektif guna memenuhi persyaratan pelanggan dan menjalankan strategi bisnis guna membangun daya saing. Proses Bisnis ini tentunya memperhatikan Disiplin Nilai yang menjadi diferensiasinya dari masing-masing unit bisnis dalam perusahaan sehingga kita mengetahui di proses-proses mana saja kita memang harus unggul dibandingkan pesaing kita. Kinerja dari proses bisnis yang unggul ini yang akan berdampak terhadap persepsi pelanggan terhadap kita. Ini kunci dari mengapa proses bisnis penting dan menjadi kendaraan untuk mengeksekusi strategi bisnis dalam perusahaan.
                BTM juga memberikan kesempatan untuk membangun budaya baru yang lebih tepat dengan pilihan strategi bisnisnya. Ini merupakan tantangan terbesar karena perusahaan keluarga yang dikelola langsung oleh pendirinya akan sangat kental budayanya sesuai dengan gaya, kekhasan, kemauan dan perilaku dari pendiri atau pemilik. Pertanyaan mendasarnya apakah budaya yang sudah terbentuk itu masih cocok untuk pilihan strategi yang merupakan hasil rumusan dari beberapa generasi? Bagaimana komitmen dari pemilik baik generasi pendahulu dan yang baru terhadap perubahan yang dibutuhkan ? Banyak perusahaan melakukan perubahan budaya dengan memberikan pelatihan dalam berbagai topik dan metode untuk membentuk budaya baru, akan tetapi banyak yang merasakan kurang efektif karena hasil dari pelatihan itu akan menurun sejalan dengan waktu karena rutinitas masing-masing.BTM mempunyai pendekatan yang mengunci atau mengkondisikan karyawan harus mengikuti perubahan sesuai yang direncanakan. Selain membangun kesadaran akan perubahan perilaku yang dikehendaki dalam organisasi atau unit bisnisnya maka BTM fokus dengan HR System yang mendorong karyawan harus melakukan perubahan kalau memang masih punya komitmen terhadap perusahaan. Perubahan perilaku menjadi tantangan terbesar dalam perusahaan dan besar prosentasi kegagalannya dalam melakukan perubahan perilaku atau budaya karena tidak adanya sistem imbalan & pinalti yang dijalankan secara tegas dan konsisten. Kita tidak bisa memastikan bahwa seluruh karyawan yang ada pasti setuju dengan perubahan perilaku atau budaya karena akan mengganggu comfort zone yang dimiliki. Tetapi pemilik dan manajemen harus berani memilih untuk mempertahankan perilaku yang dianggap tidak tepat atau merubahnya dengan resiko kemungkinan ada karyawan yang tidak dapat mengikutinya. Perlu keberanian dan ketegasan untuk mengeliminasi perilaku yang tidak sesuai tadi bila melewati batas toleransi yang ditentutkan. Kedua generasi atau lebih tentunya sudah punya komitmen dalam perilaku baru yang harus terbentuk dan mereka harus melakukan evaluasi terus menerus tanpa mengenal lelah karena hal tersebut merupakan kunci keberhasilan dalam perubahan budaya. Biasanya ini menjadi tantangan berat karena pemilik seringkali butuh semuanya instan dapat berubah sedangkan mengubah perilaku membutuhkan waktu apalagi kalau perbedaan antara perilakunya cukup ekstrim.
                BTM membantu proses regenerasi perusahaan melalui sistem manajemen terintegrasi yang menjadi kesepakatan bersama dalam upayanya mencapai Disiplin Nilai yang direncanakan. Sekaligus dengan konsekwensi dari perubahan perilaku dan budaya yang harus dilaksanakan untuk meningkatkan daya saing perusahaan dalam menghadapi persaingan turbulen yang makin tajam. Bagi generasi pendahulu akan lebih mempunyai dasar untuk memberikan kesempatan, mendidik, menempa dan menguji kemampuan dari generasi baru agar nantinya sukses melanjutkan tongkat estafet dalam bisnis keluarganya. Dengan cara ini menjadikan resiko kegagalan diperkecil karena terencana dan dalam pemantaunnya. Sebagaimana kita ketahui resiko yang potensial terjadi adalah karena perbedaan paradigma, visi, cara kerja, spirit, wawasan, kemampuan dan keberanian antar generasi, bagaimana kita mampu mengakomodasi? Apakah generasi pendahulu harus menjelaskan semuanya kepada yang baru ? Apakah generasi barunya akan “buy in” semua penjelasan itu ? Solusi yang termudah adalah bersama-sama menyusun blue print bisnis mereka bersama dan dijalankan serta dipantau bersama sehingga generasi pendahulu dapat melakukan supervisi kepada generasi baru dan mengevaluasi kemampuan dan kinerjanya untuk membangun kepercayaan dalam melepas tongkat estafetnya

Fery Hartono
Direktur Business Excellence Consulting
Tel. 021-56951200 (Hunting)
www.business-excellence.co.id

Free Counters
copyright © 2012 Business Excellence Service
Powered by CKM